Tanggung Jawab Negara Terhadap Korban Konflik

Saat ini dunia internasional sedang dihebohkan dengan gerakan radikal yang bergedok agama, beragam media internasional booming memberitakan kelompok kekerasan ekstremis dengan mempromosikan kekerasan beralaskan agama, menimbulkan konflik dan menciptakan peperangan hingga kebencian terhadap islam. Rezim rezim kekuasaan yang siap menindas kaum minoritas. Pemerintah hingga elite politik dan agama gempar melempar bebagai argumentasi.

Berbagai kekerasan santer dibicarakan, bisa di bayangkan berbagai penderitaan yang di alami dalam situasi army conflicts(konflik bersenjata) , belum lagi di tambah anak –anak yang tidak bisa sekolah, isu isu mobilisasi yang meracun paradigma moral dan lingkungan, perempuan-perempuan yang di jadikan budak seks, kaum perempuan yang terpaksa menuruti rezim radikal. Yach.. perempuan selalu menjadi korban konflik seringkali dieksploitasi tanpa adanya perlindungan hukum yang membebaskan mereka , tidak percaya silahkan search di google dengan kata kunci perempuan dalam konflik maka dalam hitungan detik akan muncul sederetan hal hal yang sulit untuk di alami semua orang, seperti pemerkosaan, korban seks, pelacuran paksa, atau setiap penyerangan yang tidak senonoh ( indecent assault). Suami suami yang meninggal dalam peperangan atau ikut serta dalam aksi-aksi melawan radikal atau Perempuan yang selalu menjalan kan fungsi sosial dalam keluarga ,mengganti peran suami sebagai ayah untuk anak anaknya. Mencukupi kebutuhan primer hingga tersier untuk kelangsungan hidup di bawah tekanan konflik.

Setelah berakhirnya perang dunia kedua, dunia mulai memberika perhatian terutama pada perempuan, dimana tidak lama setelah PD II. Lahirlah revolusi industry abad ke 19 , perempuan perempuan mengisi ruang kosong laki laki di bidang industry, banyak dari mereka yang belum pernah kerja sebelumnnya, walau tidak adanya kesetaraan upah hingga saat ini dan kurangnya upaya perlindungan hukum.

Seiring berakhirnya perang dunia ke dua dan bertumbuhnya perekonomian akibat revolusi industry, Kemudian muncul konvensi jenewa yang mendeklarasikan “ in all circumstances be treated humanely, without any adverse distinction founded on race,color , religion or faith, sex birth, or wealth or other similar criteria..” dimana penegakan hukum tidak hanya di berikan pada personal militer tapi juga semua umat di perlakukan sama manusiawinya, tanpa adanya perbedaan ras, jenis kelamin, kelahiran atau kelayakan criteria dan lainnya. Artinya setiap orang berhak dilindungi, terutama terhadap segala bentuk kekerasan yang mengancam.

Sejak adanya konvensi jenewa, dunia internasional setiap Negara harus menjalankan komitment berdasarkan isi dari protocol jenewa tersebut yaitu, perlindungan korban konflik bersenjata internasional , national soverignity ( kedaulatan national) di pertartaruhkan dalam implementasi hukum internasional ini meskipun tekanan politik bisa membuat Negara enggan menerima tanggung jawab yang ditimbulkan oleh konvensi ini.

Di wilayah manapun selama konflik banyak terdapat tindakan abnormalan humanity seperti pembunuhan sengaja penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi, penyanderaan, dan sebagainya dimana Negara yang tergabung dalam konvensi tersebut harus menegakkan hukum tersebut.

Negara Republik Indonesia, president RI Jokowidodo telah menerbitkan (PP) Nomor 2 tahun tahun 2015 tentang peraturan pelaksaan undang undang no 7 tahun 2012 penanganan konflik sosial
Peraturan yang diterbitkan 2 febuari 2015 itu berfungsi melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat yang lebih optimal, mencakup perlindungan pencegahan konflik, perlindungan korban, bantuan kekuatan TNI,pemulihan pasca konflik, dan monitoring serta evaluasi , demikian di kutip dari laman tribun (12-2-15). Selain itu memberikan rasa aman, menghilangkan trauma dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan korban juga menjadi bagian yang fundamental harus di penuhi negara .

Artinya Negara suda sepatutnya memberikan rasa aman terhadap setiap warga negaranya, mengembalikan rasa aman dan percaya diri masyarakat pasca konflik menjaga kestabilitasan Negara dan masarakatnya sebagai unsure yang terpenting.

Lalu dengan adanya regulasi itu seharusnya korban tidak perlu mengalami krisis pasca konflik, namun kenyataannya di lapangan masih saja terjadi, anak-anak korban konflik yang tidak bisa memenuhi pendidikan karena tidak adanya sokongan biaya diakibatkan dari meninggalnya orang tua sebagai poros ekonomi , lihat saja bagaimana wilayah wiilayah konflik di Indonesia, aceh, ambon , Maluku pemandanagn seperti itu sering di dapatkan, belum lagi kelompok kelompok rentan yang hidup sebatang kara tanpa adanya perlindungan hukum, kemudian belum maksimalnya sterilisasi tempat tempat yang rawan konflik sehingga masih banyaknya peninggalan konflik seperti senjata atau bom yang bersembunyi tanpa adanya deteksi yang bisa mengancam jiwa penduduk setiap saat, juga belum adanya tanggung jawab terhadap pemerintah pasca konflik terhadap harta benda yang telah di ambil oknum tertentu pada masa konflik.

Negara sebagai tumpu masyarakat terutama korban konflik diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang timbul, dan realisasi nyata dan konkret tanggung jawabnya terhadap korban berdasarkan hukum internasional dan regulasi dalam negeri, penyelamatan sarana ,prasarana serta kebutuhan primer maupun sekunder adalah hal yang vital agar korban konflik dapat menjalankan kehidupan yang normal dalam bermasyarakat dan bernegara tanpa adanya rasa ketidakberdayaan akibat konflik baik secara fisik ataupun psikis.

Bagian yang terpenting lainnya adalah di perlukan kerjasama dan pengawasan yang baik dalam menjalankan sejumlah regulasi antara pemerintah pusat dan daerah agar rekonsiliasi pasca konflik , dengan member ruang yang lebih luas pada kapasitas perempuan. berjalan dengan sistematis tanpa adanya celah untuk individu yang memanfaatkan keadaan demi kepentingan pribadi, karena perempuan adalah aspek yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan.

Resolusi konflik dan early warning system berbasis gender harus nyata di tegakkan mengingat perempuan adalah subyek yang paling berdampak dari konflik, oleh karena itu perempuan perlu dilibatkan dalam setiap upaya perdamaian , perempuan sebagai agent of building memilik sisi maternity sejak lahir sehingga seringkali melibatkan perasaan yang lebih fleksibel serta tidak emosional dalam menyelesaikan masalah.

Dalam membangun suatu perdamaian sebagai tanggung jawab Negara terhadap rakyat, partisipasi perempuan sangatlah penting, perempuan bukan hanya sekedar pendengar yang baik dalam setiap upaya rekonsiliasi, tetapi perempuan harus diikutsertakan dalam setiap pengambilan keputusan.

Dalam konflik seringkali perempuan bertaransformasi tidak hanya berperan sebagai seorang ibu tapi juga panglima perang, peran ganda yang diambil sebagai langkah yang demi menghadapi ancaman kelangsungan kehidupan. Lihat saja aceh yang paling banyak memiliki perempuan sebagai pahlawan. Mereka bahkan memiliki fungsi sendiri di berbagai ranah perjuangan dari darat seperti cut meutia hingga malahayati yang berani bertempur hingga wilayah dirgantara.

Mereka para pahlawan wanita adalah salah satu sample contoh dimana seharusnya dunia melihat bahwa perempuan bukan hanya sebagai korban konflik tapi juga sebagai agent perdamaian dan kemajuan, Sudah sepatutnya Negara memberikan perhatian yang lebih terhadap korban konflik seperti memberikan rasa aman terhadap perempuan, anak anak dan lainnya, Negara dalam memenuhi kewajibannya terhadap konflik, dapat memberikan Rasa aman. Rasa aman baik dalam keluarga, masyarakat sosial ataupun dalam menjalankan keyakinan beragama.

Memberikan ruang- ruang yang luas terhadap korban konflik utuk memberikan kesempatan dalam bekerja dengan menyediakan wadah yang baik untuk melatih /memberikan pendidikaan ketrampilan terhadap korban konflik.
PBB sendiri menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk perdamaian global, keamanan dan kesetaraan gender dalam memastikan perdamaian sehingga tidak adanya lagi wanita wanita korban konflik yang tidak di gaji ataupun mendapat upah rendah

Negara harus menggenggam erat komitment regulasi dan konstitusi internasional untuk berdedikasi penuh terhdap pemberdayaan perempuan,mendukung partisipasi perempuan, rekosntruksi pasca konflik, pendidikan yang baik.
Partisipasi Negara dalam hal ini pemerintah dan lembaga terkait, adalah partisipasi yang yanh sangat berarti bagi korban konflik terutama wanita dan anak-anak dalam pembangunan, pengawasan dan evaluasi hukum. Kebijakan, program dan kegiatan yang mempengaruhi kehidupan mereka pada semua tahap adalah kunci dalam penanggulangan korban konflik .

Akhir kata, kesimpulannya adalah kewajiban Negara terhadap korban konflik terletak pada Perempuan, karena perempuan adalah aspek yang vital sebagai agent perdamaian dan kemajuan suatu bangsa.

Sumber Energi Alternatif

Beberapa bulan terakhir Indonesia di landa dilema kenaikan BBM, para elite politik dan pemimpin tanah air santer membicarakan kenaikan harga bahan bakar bbm karena nilai subsidi yang membengkak, Pemerintah dalam hal ini kementrian ESDM serta mentri keuangan dan jajarannya gempar melempar banyak argumentasi, kenapa BBM mesti naik, seberapa besar kenaikannya, hingga tiba waktu yang tepat di umumkan, dan kemuadian turun sekian persen lalu tak lama kembali naik lagi. Begitulah fenomenanya harga bbm bisa naik dan turun seketika, para elite DPR yang dulunya gencar melawan Kenaikan BBM kini malah menjadi cheerleaders kenaikan BBM, berbagai alasan di sampaikan di mulai untuk menekan defisit APBN hingga kesejahteraan rakyat.
Ketika televise di hiasi pemberitaan pemerintah yang menaikkan dan menurunkan harga bbm seketika dengan tidak di imbangi turunnya harga bahan pokok yang tak kunjung turun, berita tentang masih terjadi krisis suplai energy di beberpa wilyah Indonesia masih sering kita dengar, seolah olah sudah menjadi makanan sehari hari tanpa adanya penyelesaian yang lebih nyata dan konkret, berita tentang pemadam listrik yang masih sering terjadi seperti PLN medan dan aceh, belum lagi wilayah lain di tanah air yang letak demografinya sulit di jangkau , tidak percaya silahkan search di google tentang krisis listrik maka dalam hitungan detik akan di tampilkan segala macam informasi wilayah mana saja yang mengalami pemadaman listrik, daerah belum terjangkau aliran listrik, tiang yang tumbang dan sebagainya, contohnya saja beberpa tahun belakangan bahkan di tanah air booming di beritakan pemadanman listrik bergiliran di wilyah nusantara hingga ber jam jam , bisa di bayangkan ketidaknyamanan masyarakat dan ketidakstabilan perekonomian yang mandek, Kegiatan ekonomi berjalan lambat tanpa adanya aliran listrik, sungguh menjadi hal yang kontradiktif di saat pemerintah menghimbau, mendorong semua stakeholder memacu pertumbuhan ekonomi, seperti ekonomi kreatif dan lainnya, tapi tidak di barengi dengan ketersediaan suplai energy listrik yang memadai, listrik menjadi kebutuhan yang harus di penuhi. Sejak pertumbuhan industry meningkat tajam, listrik sebagai kebutuhan primer dalam industry harus selalu ready guna pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
Dari abad ke 19 jauh setelah revolusi industry terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat mengalami kesejahteraan meningkat, populasi yang meningkat kebutuhan dan keinginan manusia yang bertambah sehingga perusahaaan perusahaan industry yang tumbuh saling bersaing mencapai kesejahteraan konsumen, berbagai macam produksi di hasilkan, tentunya di sokong dengan suplay energi yang memadai guna memenuhi kebutuhan dan keinginan, oleh karena itu untuk pertumbuhan ekonomi solusi ketersediannya listrik yang memadai menjadi keharusan, tidak boleh di tunda besok, tahun depan apalagi kapan-kapan, harus di akui bahwa hal ini bukanlah perkara yang mudah , di perlukan upaya pencarian terus menerus sumber energy alternative yang aman, kompetitif, tidak memiliki limbah berbahaya, dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Apapun ceritanya setuju perkataan lester brown, president, earth policy institute; jika ekonomi di tujukanuntuk mendorong kemajuan ekonomi harus memenuhi prinsip dasar ekologi . Jika tidak maka akan terjadi penurunan dan akhirnya kolaps, tidak ada jalan tengahnya . Diperlukan sosialisasi pada masyarakat awam kareana masih banyak pemikiran awam bahwa panas bumi itu berbahaya, dimana kenyataannya panas bumi itu adalah energy yang bersih, tidak mengandung limbah berbahaya dan tidak mencemari lingkungan
kebutuhan yang meningkat harga bbm yang terus bergejolak tentu akan menimpa national development bangsa Indonesia, di perlukan kesinambungan lingkungan(bisnis, cara hidup , lingkungan alam) ada dalam system yang lebih luas, dan jika system yang lebih luas tidak berkesinambungan subsistemnya tidak mungkin bertahan, intinya adalah pada geografi lokal yang spesifik , kemungkinan bertahan cukup tipis jika lingkungan yang lebih luas tidak berkesinambungan.
Sudah sepatutnya sebagai bangsa yang besar dengan potensi sumber daya alam yang beragam Indonesia bisa mencari jalan keluar dari kekurangan energy listrik hingga ketergantungan bahan bakar BBM , indonesia sendiri sebetulnya sudah sangat siap sejak tahun 2006 sesuai peraturan presiden no 5 tahun 2006 tentangkebijakan energi nasional yang berisi strategi untuk menjamin keamanan energy fosil dan menggantinya dengan energy baru terbarukan , paling tidak dapat di produksi kembali, ini semua harus menjadi landasan kuat dimulainya pemanfaatan energy terbarukan yang tidak terbatas jumlahnya dan ramah lingkungan, persoalan energy fosil berkaitan dengan persediannya yang terbatas dan mudah habis dan berdampak paling buruk terhadap lingkungan
Menurut elieser tarigan, pakar energy terbarukan dari universitas Surabaya di camping project udibaya training center persoalan kelangkaan energy fosil yang tidak dapat diproduksi kembali harus menjadi landasan kuat dimulainya pemanfaatan energy terbarukan yang tidak terbatas namun masih perlu di tingkatkankan pemanfaatannya oleh masyarakat, menurutnya ‘Reneweble’ ini sendiri akan sangat bergantung pada karakteristic local, jadi renewable itu ada 7 sekarang yang di eksploitasi yaitu geothermal, energy surya, energy biomass, ada air ada angin ada blue energy (oceanic energy), energy laut , energy hydrogen, dan yang berpotensi adalah Geothermal.” Kata elieser tarigan di kutip dri VOA. Hal yang sangat kontradiktif mengingat Indonesia di kelilingi potensi dan sumber daya yang besar seperti pegunungan, menunjukkan di dalamnya besar sekali potensi geothermal dan belum sepenuhnyadi eksploitasi, dan itu benar benar free. bahkan ada 736 desa/kelurahan di sulsel belum nikmati listrik PLN, 732 di antaranya telah di aliri listrik non-pln dan 2 desa lainnya masih belum mendapat aliran listrik sama sekali (tribun 17-2-2015), bisa di bayangkan masih ada tempat lain yang keadaannya sama , fakta gelap gulita yang masih terjadi dalam sebuah Negara yang telah merdeka selama 69 tahun, mengingat sumber daya alam yang begitu besar .
DI samping itu berita baiknya adalah pemerintah dan DPR kembali Nampak serius menangani krisis energy di buktikan dengan lahirnya UU No. 30 tahun 2007 tentang energy kemandirian, ada juga PP No 70 tahun 2009 tentang konservasi energy , UU No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan yang di dalamnya juga telah mendorang pengembangan sumber energy terbarukan sebagai penghasil listrik, dari peraturan itu seharusnya Indonesia tidak perlu mengalami krisis listrik ataupun energy lainnya, namun di lapangan kenyataannya masih saja terjadi , kendala dalam mewujudkan kemandirian energy. Mengapa bisa terjadi? Jawabannya adalah di butuhkan Tekhnologi dan sumber daya manusia/skill mendukung guna terwujudnya ketahanan energy nasiona selain mencari investasil.
Sejalannya memang Revolusi tekhnologi global harus di implementasikan dengan biaya investasi yang besar, tentu saja investor di sini sangat berperan penting, bukan hal yang mudah pastinya mengingat akhir akhir ini nilai tukar rupiah yang kian terpuruk dari hari ke hari, nyaris alfabetis. Yang di butuhkan para investor adalah kestabilitas nilai tukar agar tidak mengganggu kinerja investasi karena investor serta pemerintah sendiri butuh waktu dan persiapan untuk memutuskan besarnya anggaran dan menentukan lokasi lokasi yang di anggap memiliki sumber daya guna mengatasi krisis listrik secara cepat siap tanggap darurat, serta mencermati kemungkinan adanya aktivitas aktivitas yang menghancurkan vitalitas dan kualitas restorasi bumi
Keamanan energy (energy security) tidak hanya terhentinya kekhawatiran pasokan minyak saja tapi juga terhadap ketersediannya energy listrik yang kian terbatas, masyarakat tidak bisa menjalankan berbagai aktivitas karena tidak tersedianya listrik, listrik memang menjadi kebutuhan primer terlebih di era pesatnya pertumbuhan tekhnologi yang tidak terlepas dari penggunaan listrik sebagai alat penggeraknya,
bertumbuhnya penggunaan energy terbarukan selain untukmengurangi ketergantungan terhadap sumber daya yang tidak dapat di perbarui yang semakin langka, juga karena commitment atas penggunaan energy bersih ramah lingkungan berdasarkan amandemen protocol Tokyo, Amerika serikat telah menandatangani framework convention on climate change PBB, yang mengajak semua Negara bekerja sama mengurangi emisi lingkungan, seperti yang Pak elliese katakan tadi salah satu energy baru terbarukan yang bisa di garap dan ramah lingkungan serta paling potensial adalah gheotermal sebagai pemecah masalah persoalan krisis listrik yang melanda, Diperlukan inovasi inovasi baru untuk menggenjot tumbuhnya energy alternative , sekaligus mengurangi ketergantungan energy tak terbarukan.
Panas bumi/geothermal adalah sumber air panas yang terkandung di dalam air panas , uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetic kesemuanya tidak dapat di pisahkan dalam suatu sistem panas bumi, pemanfaatan panas bumi selaras dengan Amandemen Protocol Tokyo dimana panas bumi relative ramah lingkungan, terutama tidak memberikan kontribusi gas rumah kaca,
Secara garis besar proses pembangkit listric tenaga panas bumi(geothermal) adalah dengan memanfaatkan panas dari bumi seperti gunung berapi dan uap air. Prosesnya adalah panas dari inti bumi yang mengeluarkan uap akan terdorong ke permukaan (production well), atau air panas yang berasal dari steam sumur uap di salurkan ke dalam steam receiving header bersamaan dengan air dan pasir, kemudian di pisahkan melalui vessel/separator untuk air panas, kemudian uap digunakan untuk meniupkan turbin sehingga bergerak dan menghasilkan listrik. Kemudian air , pasir dan kotoran yang tidak perlu di kembalikan ke inti bumi
Proyek geothermal sendiri sudah mulai di gadang gadang sejak zaman pemerintahan mantan presiden RI Soesilo Bambang Yoedhoeyono, beliau pernah mengatakan dalam persetujuan amandemen ESC/Joint contract PLTP Sarula april 2013 di Jakarta ; Gheotermal sebagai urutan ketiga yang memiliki energy panas bumi dengan 40 % panas bumi dunia , itu artinya Indonesia mempunyai total potensi energy 27.140 MW atau setara 219 Milyar ekuivalen barel minyak yang pemanfaatannya hanya 1.194 atau 5 % saja dari seluruh potensi yang ada, indikasi ini harus lebih di tingkatkan dan perlu perhatian yang serius, gheothermal memang menjadi salah satu prioritas nasional di bidang energy yang diestimasi mencapai 29.000 MW
PLTP Sarula adalah pembangkit listrik terbesar pada saat itu yang sejak tahun 2011 pemerintah memutuskan mengerjakan sendiri proyek ini di kabupaten tapanuli sumatera utara ini.Seiring perkembangan proyek yang berubah ubah secara tidak langsung juga masih menimbulkan ancaman pasokan listrik seperti yang kita ketahui Kyushu Electric Power membeli saham medco sebanyak 25 % dari total saham sehingga perusahaan jepang menguasai setengah dari kepemilikan saham, hal ini tentu saja mengundang kekhawatiran mengingat jepang berdasarkan data dari departemen luar negeri sejak tahun 2003 jepang sebanyak 29,8% dari total impor gas terbesar, 12,8% dari total impor batubara dan 3,6 % dari total impor minyak bumi keenam terbanyak berasal dari Indonesia. Posisi Indonesia yang berada di selat malaka juga merupakan kunci bagi keamanan lalu lintas Energi jepang, Hal ini bisa saja menimbulkan adanya kemungkinan tidak tercpainya kemandirian energy Nasional tapai malah mengancam kestabilan pasokan energy bangsa sendiri,
Direktur utama pertamina gheothermal Rony gunawan mengatakan, akan merampungkan proyek pembangkit tenaga panas bumi (PLTP) yang sedang di garap dan perawatan pembangkit eksisting, selain itu juga melakukan eksplorasi di Bengkulu serta merampungkan pembangunan PLTP KAMOJANG unit 5 yang memiliki kapasitas sebesar 35 megawatt (MW) , sehingga diharapkan kapasitas geothermal naik tahun ini kalau di tambah dengan juli nanti 35 MW, akan jadi 437 MW , katanya di kutip di laman resmi PLN
Lantas dengan adanya implementasi pembangunan nyata sumber energy alternative yang dikembangkan pemerintah hingga saat ini apakah indonesia sudah terbebaskan dari krisis listric yang mengancam? TIDAK, Kenyataannya di lapangan masih saja sering terjadi pemadaman listrik, sumatera utara rumah kedua saya yang sudah memiliki Sarula sebagai pembangkit listrik terbesar masih terjadi pemadaman listrik di sejumlah kota, hingga berimbas ke aceh, deficit daya listrik masih menjadi ancaman serta adanya factor factor lain seperti angin kencang, tiang roboh seperti yang terjadi di pangkalan susu, Lantas bagaimana penyelesaian nnya? Tentu saja di perlukan usaha berkesinambungan yang jelas antara pemerintah dengan investor agar mengedepankan kebutuhan pasokan energy nasional dari pada asing, sehingga tidak ada lagi amandemen kontrak samar samar terkait dengan asset, sistim pembayaran dan waktu kontrak yang tidak jelas yang akan berakibat pada mandeknya kegiatan proyek,
Selain itu yang menjadi bagian terpenting juga adalah diperlukan adanya ‘’Klasterisasi ‘’ Energi yang harus di wujudkan oleh pemerintah guna penghematan yang cukup signifikan biaya operasional dan produksinya tanpa harus memadamkan listrik berjam jam karena hal itu tentu saja akan mengganggu kenyamanan dalam menjalan kan pembangunan perekonomian masyarakat, terutama pengusaha pengusaha daerah. mengingat listrik adalah kebutuhan multifungsional tak tergantikan sebagai porosnya.
Maksud dari Klasterisasi Energi disini adalah pemanfaatan sumber daya energy harus memanfaatkan ketersediaannya energy yang ada di daerah setempat , sesuai sumber daya yang di kandung dan proses pengolahan yang optimal , Misalnya seperti yang sudah di katakan tadi langkah Realisasi PLTPB Sarula yang beroperasi di sumatera utara adalah sangat tepat mengingat potensi panas bumi yang besar di daerah tersebut ,
hendaknya di realisasikan juga di wilayah lain seperti Aceh, sumber sumber energy panas di daerah nanggroe aceh
Darussalam perlu untuk di kaji, harus ada policy komprehensif untuk memperhitungkan sumber daya yang tersedia tidak hanya panas bumi melainkan energy lainnya yang terdpat di daerah tersebut dengan mementingkan factor utama yaitu Ramah lingkungan, demi mengatasi problem yang fundamental untuk kemajuan industry yaitu krisis akan kebutuhan energy listrik, tentunya untuk kesejahteraan rakyat Aceh yang berkesinambungan dengan ekologi alam.
Sebelumnya Aceh memiliki PT ARUN LNG, siapa yang tidak mengenal perusahaann yang satu ini yang dulunya beperan besar dalam kancah dunia internasional dalam eksportir gas ke negeri ginseng hingga negeri sakura, PT ARUN LNG sekarang ini mengalami deficit LNG sehingga dijadikan sebagai terminal gas yang baru baru ini sudah diresmikan oleh president republic Indonesia jokowidodo didampingi menteri ESDM Sudirman Said , defisitnya pasokan gas serta kebutuhan gas yang meningkat melambungkan harga gas dikarenakan juga keterbatasan infrastuktur , oleh karean itu Pt Arun NGL yang dialih fungsikan pertamina dari produksi LNG menjadi terminal penampungan gas kapasitas 400 juta kaki kubik perhari seiring kelangkaan produksi gas tersebut. Dengan adanya terminal PT ARUN LNG di hrarapkan masyarakat aceh medan dapat memenuhi kebutuhan gas dan krisis listrik.
Perlu di garis bawahi Ini adalah sebuah peluang membuat aceh mandiri akan KRISIS listrik, hingga saat ini pemadaman listrik wilayah aceh masih kita dengar melalui surat kabar dan sebagainya, hal itu disebabkan arus listrik di aceh hingga saat ini masih bergantung dengan pasokan ARUS listrik dari sumatera utara, padahal sumatera utara sendiri masih mengalami defisit. sehingga jika di bangun PLTPB di ACEH, masyarakat aceh tidak perlu mengalami pamadaman listrik mengingat mempunyai PT Aarun lng sebagai terminal pasokan gas sebagai bahan bakar yang terletak di aceh sendiri. Sehingga tidak di perlukan biayabahan bakar transport yang tinggi.
ACEH yang merupakan propinsi paling barat di Indonesia dan letaknya d selat malaka memiliki memiliki sumberdaya alam yang melimpah, di sebutkan dalam sebuah artikel asing time magazine 2-2-07 how an escape artist became aceh’s governor tak tanggung tanggung di katakana seumlah analisis memperkirakan cadangan gas alam aceh adalah yang terbesar di dunia. Sehingga apabila di wujudkan kemandirian listrik ,ACEH tidak perlu mengalami pamadaman listrik mengingat mempunyai PT Aarun lng sebagai terminal pasokan gas sebagai bahan bakar juga terletak di aceh sendiri, atau takut akan ancaman pemadaman listrik akibat ketidaksiapan energy cadangan seperti yang sudah terjadi robohnya tiga towertransmisi 275Kv, di desa tanjung pasir pangkalan susu atau beberapa member towernya yang dicuri orang , sehingga ketergantungan aceh arus listrik dapat teratasi, begitu juga seharusnya dengan wilyah wulayah Indonesia lainnya, Itulah keuntungan terbesar klasterisasi energy di implementasikan secara intensif, sehingga ,memberikan kontribusi besar setelah memenuhi kebutuhan nasional hingga bisa mengekspor kancah internasional,
keuntungan klasterisasi energy lainnya adalah menghemat biaya transportasi pengiriman bahan baku dan transportasi listrik misalnya di Kalimantan yang kaya akan batu bara akan lebih tepat jika daerah tersebut di bangun pembangkit listrik tenaga uap, jangan sampai PLTU di bangun jauh dari wilayah batu bara karena akan berimbas pada ongkos dan pengangkutannya yang sangat mahal, contoh lainnya adalah pembangkit listrik tenaga diesel PLTD AMBON yang bahan bakarnya menggunakan solar, akibatnya pengeluaran pembelian bahan bakar sangat tinggi padahal di daerah tersebut juga terdapat energy panas buminya sehinnga akan lebih cocok jika dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki daerah tersebut, lagi lagi bukan pekerjaan yang mudah di perlukan kajian dan roadmaptekhnologi penelitian sistematis, pengembangan dan implementasi yang tepat. Penguasaan tekhnologi di butuhkan dalam skala mayor mengingat multi energy alternative yang di miliki Indonesia .
Apapun energy alternatif itu tidak terlepas dari tekhnologi, technology di butuhkan sebagai alat manajemen perencanaan dan strategi guna efisiensi pembangunan nasional dan kemajuan industry,industry dan technologi tidak dapat dipisahkan, industry akan mengalami kemajuan jika di dukung dengan technologi yang canggih , dengan begitu banyak potensi energy alternative yang dimiliki Indonesia salah satunya geothermal mantan menteri EDSM Jero wacik mengakui merasa malu pemanfaatan energy panas bumi masih dingin, di kutip dari laman resmi kementrian ESDM. Ring of fire yang di berikan tuhan secara free disamping banyaknya gunung berapi yang berbahaya juga memiliki anugerah akan tersedianya energy yang ramah ligkungan
Tidak hanya gunung bahkan matahari yang sering dikaitkan dengan global warming juga bias dijadikan sebagai sumber energy alternative , memang global warming masih saja menjadi issu penting dalam kehidupan manusia di dunia sampai saat ini, dengan sederetan effect negatif yang mengancam kehidupan manusia, tidak hanya makhluk hidup bahkan yang sudah mati pun ikut kena imbas dari efec kegiatan Global manusia ini. Di mulai dari kepunahan spesies tumbuhan, kasus kesehatan seperti malaria, sampai keseimbangan alam , tapi juga matahari adalah sumber energy.
Matahari juga sumber energy alternative yang alami dan free yang tuhan berikan , bayangkan saja ciptaan tuhan yang satu ini mampu memberikan kontribusi besar bagi manusia, kehadirannya di ufuk timur pertanda mulai segala activitas manusia. Namun masih Sering ditemukan pertumbuhan ekonomi dengan konsumsi energi tidak di barengi dengan suplai energy yang cukup sering sehingga menimbulkan krisis. Bukan hanya berupa ancaman tapi sudah mendera masyarakat bangsa Indonesia, dari beberapa kasus tadi pemadaman litrik dan sebagainya
matahari sebagai energy surya , sangat potensial ,menguntungkan. seperti Portugal yang mengatasi krisis listrik dengan panel surya sebagai energy terbarukan yang menghasilkan 11 megawatt listrik, lalu ada german sebagai Negara maju juga telah sering kita dengar memiliki hal yang sama , dan ada juga belanda yang memiliki kincir angin, mereka adalah contoh sample negara yang menggunakan sumber energi alternatif.
selain itu Indonesia juga sebagai Negara kelautan tentunya memiliki sumber air yang melimpah dimana sumber energy bisa kita dapatkan di isni, dengan membuat waduk , bendungan dengan memanfaatkan lahan lahan kosongsebagai lokasi yang optimal bisa kita aplikasikan, juga pemanfaatab air terjun sebagai sumber listrik.
Ada juga sampah yang merupakan sisa kebutuhan manusia di anggap tidak berharga bahkan menjijikkan, namun siapa sangka hal yang menjijikkan itu justru memiliki manfaat penting dalam mengatasi krisis listrik, sampah dapat diolah menjadi energy listrik, hal hal ini sangat cocok di terapkan di wilayah terpencil Indonesia dimana demografinya masih sulit di aliri listrik PLN, hal ini juga sekaligus mengatasi masalah sampah yang kian merusak lingkugan , bisa di lihat pemberitaan di tv kota Jakarta dan wilayah lain di indoseia bagaimana ruwetnya masalah sampah tak terselesaikan di tengah padatnya penduduk perkotaan, sehingga sampah sering di kaitkan dengan penyebab banjir, longsor dan sumber penyakit, sehingga dengan pemanfaatan sampah sebagai sumber energy listrik, akan sangat efisien masalah sampah terselesaikan dengan a lot, volume sampah menjadi berkurang , ekosistem alam terselmatkan, kesemuanya energy alternative itu sekali lagi dapat terwujud dengan adanya technologi.
Lalu setelah mengembangkan energy alternative dengan klasterisasi apakah bisa di katakan sudah terbebas dari krisis listrik? TERGANTUNG, karena Keamanan energy sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu; pertama, aspek ketersediaan berupa kecukupan sumber daya. Aspek kedua; kedaulatan dalam hal ini perlindungan, ketiga aspek ketahanan (resilience) kemampuan bertahan terhadap berbagai macam gangguan dan permasalahan energy
Security energy atau keamanan energy mempunyai sudut pandang yang berbeda. bagi konsumen dan importir, bisa bermakna terhadap security of supply atau pasokan energy. Sementara bagi produsen security energy bisa di artikan sebagai keamanan terhadap permintaan energy ( security of demand). Jika mengikuti defenisi keamanan energy versi International Energy Agency (IEA) adalah sebagai berikut the uninterrupted of the physical availability at a price which isaffordable, while respecting environtment concerns’’ artinya kurang lebih begini, ketersediaan energy yang berkesinambungan dengan harga terjangkau, pada saat yang sama juga tetap menjaga kelestarian lingkungan,
Melihat analisa Asia pacific energy research centre ( APERC) enggunakan istilah 4A sebagai indicator yaitu; Availablity (berhubungan dengan ketesediaan cadangan dan kondisi geologi, accessibility ( terkait dengan aspek geopolitik), affordability (terkait dengan elemen ekonomi biaya dan harga energy yang terjangkau, serta Accebtability (terkait aspek social dan lingkungan)
Keterbatasan penggunaan energy tebarukan baik karean terhambatnya investor atau belum sepakatnya regulasi pemerintah dengan pengusaha tentu saja membuat masyarakat harus menghemat menggunakannya. Energy jenis apapun itu di dapat dengan technology canggigh melewati serangkaian proses rumit,
Populasi yang kian bertambah ,perubahan iklim yang tidak menentu , makin tingginya harga minyak dunia juga mengundang kesiapan agar selalu menghemat energy selain menciptakan energy alternative untuk kemaslahatan hidup dan kesejahteraan , tidak hanya listrik tapi semua energy harus diminimalisir penggunaannya demi atasi kepunahan sumber daya atau pengurangan biaya produksi serta mengurangi gejala alam yang terjadi,pengehematan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat kecil saja tapi juga pemerintah, Pelaku pelaku Industri, dan masyarakat
Pemerintah selain membuat amandemen juga berperan dalam penghematan energy listrik, lihat saja gedung gedung lembaga pemerintah yang menjulang tinggi dan megah, dari segi statistic tentunya akan di peroleh fatwa bahwa beban listrik untuk Ac pasti sangat besar, gedung mana yang berdiri tanpa AC? Tidak hanya gedung pemerintahan, Gedung swasta juga di lengkapi dengan Ac setiap sudutnya, Sedangkan Ac sendiri memakai beban listrik yang 60% dari pemakaian listrik oleh karena itu perlu di buka ventilasi dengan memanfaatkan udara alami sebagai pendingin atau menggunakan unit yang mempunyai EER rendah , selain itu mematikan lampubaik d ruangan ataupun di taman gedung jika tidak di pakai ,mematikan Ac ataupun hal lain yang memakan energy listrik, hal sesederhana ini bukan mudah di terapkan di individu elite lembaga pemerintah, di perlukan petunjuk, pengawasan, teguran , dan kesadaran yang paling penting, hingga menciptakan budaya / perilaku hemat energy. Memasang alat penghemat listrik di seluruh instalasi dengan estimasi yang teliti dan memperbaiki kwalitas daya listrik dengan tegangan dan arus yang seimbang sehingga mengurangi pemborosan daya
Indonesia sebagai Negara berkembang tentunya memiliki industry yang beragam, pelaku industry tentunya sangat mengandalkan listrik sebagai energy untuk menghasilkan produksinya , dalam hal ini bisa di bayangkan besarkan jumlah energy listrik yang di habiskan para pelaku industry, di perlukan kemandirian masing masing perusahaan selain harus menghemat penggunaan listrik yaitu membangun pembangkit listriknya sendiri seperti perusahaan sawit, dimana limbah sawit itu mempunyai potensi sebagai penyediaan energy listrik. Sehingga dengan adanya kemandirian dari pelaku industry , energy listrik yang tersisa bisa di gunakan ke wilayah lain atau di simpan untuk kebutuhan yang akan datang.
Selain pelaku industry elemen yang tak kalah penting nya adalah masyarakat. Mengatasi krisis listrik tidak akan berhasil jika masyarakatnya sebagai elemen makro tida k peduli dengan hemat listrik, harus di akui masyarakat Indonesia sadar atau tidak masih boros menggunakan energy listri, menghidupkan lampu yang tidak perlu, penghidupan AC baik di kantor ataupun rumah tangga,menggunakan lampu di siang hari, tidak mematikan alat alat electronic jika tidak diperlukan,dan tindakan pemborosan lainnya, tindakan tindakan kecil efisiensi energy akan berdampak pada berkurangnya sumber daya alam untuk membangkitkan energy yang pada akhirnya akan berdampak pada ketersediaan energy / supply ke wilayah wilayah yang belum memiliki akses energy.
Selain itu diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat selain efisiensi energy listrik yaitu menciptakan kemandirian technologi, kegiatan rumah tangga sangat bergantung pada listrik,mengingat semua peralatan rumh tangga bergantung pada listrik, tanpa listrik aktivitas lumpuh. coba lihat mama di rumah jika mati lampu, mesin cuci yang biasanya selalu gaduh dengan baju baju kotor akan diam, atau keran air yang selalu ribut dengan piring piring kotor tanpa suara, rumah yang selalu rapi jadi berantakan karena mesin penghisap debu tak bisa jalan tanpa listrik, ruangan yang bising dengan berita berita tv jadi sunyi. Belum lagi alat alat elektronik yangbelum di charge. Oleh karena itu penggunaan listrik harus di sesuaikan dalam rumah tangga, seperti internet server hanya di gunakan pada jam kebutuhan terbanyak, menyalakan listrik pada saat di perlukan, memilih alat alat rumah tangga kulkas,mesin cuci dll) yang mempunyai bebean minim listrik, kemandirian penggunaan energy listrik rumah tangga harus di ciptakan selain efisiensi nya, sebut saja german sebagai sampel, masyarakt di german sebagian bahkan memiliki kemandirian dalam mengatasi kebutuhan listrik rumah tangga dengan membuat panel panel surya setiap atap rumah rumah tangga, atau belanda yang memiliki kincir angin. Hal hal seperti ini patut untuk di adopsi dalam rumah tangga Indonesia untuk efisiensi listrik /mengatasi kris energy lainnya.
Efisiensi listrik harus dilakukan semua elemen baik pemerintah, pelaku industry dan masyarakat. Kemandirian itu tidak menuntut masyarakat untuk melakukan lebih dengan sesuatu yang sedikit, tetapi lebih kepada mengisinya dengan bahan bakar alternative yang sustainable
Review ;memetakan dan memahami kondisi energy pada saat ini , antara lain seperti yang sudah di bahas memahami sumber sumber yang tersedia, para pemasok dan jenis passokannya, infrastuktur, intensitas pengguaan energy per unit , kemana saja wilayah yang di aliri, ini akan membuat kita lebih terbuka dan memahami kondisi energy pada saat ini
Reduce, mengurangi segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaaan energy, di mulai dari hal yang kecil saja, seperti mematikan listrik yang tidak perlu di rumah dan hanya menghidupkan bagian yang perlu saja, hindari penggunaan sesuatu yang kurang perlu Reduce, mengurangi konsumsi energy, di mulai dengan hal yang paling mudah dengan mematikan listrik yang tidak perlu, mematikan lampu
Replace mengganti energy taktergantikan menjadi terbarukan, seperti panas bumi, matahari, tenaga air, angin pure natural . yang persediannya tak terjangkau dan pusat dari kapasitas produksi imajiner, segala sesuatu yang disediakan oleh alam sifatnya memang dibutuhkan oleh manusia.
Restric, apapun ceritanya manusia adalah konsumtif paling besar , membatasi adalah langkah menghadapi kesenjangan sumber daya dan kebutuhan. banyaknya krisis yang ada adalah akibat perbuatan manusia itu sendri, tak perduli apakah itu sumber daya tak tergantikan atau terbaru, apakah energy itu sedang krisis atau sedang melimpah karena ‘Membatasi’ adalah unsure yang harus continue dijalankan seiring perkembangan populasi manusia yang terus bertambah. Karena alam adalah anugerah yang maha pencipta.
Energi yang selalu di butuhkan manusia, menjadi isu bisnis paling penting di abad ke-21 ini. Pemerintah, pelaku industry, dan masyarakat harus siap menghadapi tantangan dan kesempatan di akibatkan krisis dan perbuatannya sendiri, triunan dolar, jutaan jiwa,ribuan spesies di penuhi dengan solusi solusi yang imajiener untuk bertahan hidup.

Kjokkenmoddinger Jejak Zaman Batu di Bumi Tamiang

Akhir-akhir ini Indonesia dilanda demam batu, berbagai batu muncul dengan nama nama yang fenomenal seperti malaikat subuh, cempaka madu, bio solar, premium, sulaiman hijau, dan masih banyak lagi. Batu batu ini muncul dari berbagai wilayah Indonesia seperti Magelang, Pacitan dan Aceh yang menjadi center para pemburu batu akik.

Namun diantara nama-nama batu yang fenomenal itu ada Kjokkenmoddinger yang merupakan situs zaman prasejarah mesolitikum di bumi nanggroe tepatnya di Aceh Tamiang. Kjokkenmoddinger bukanlah batu yang digandrungi abad modern globalisasi ini, tapi ia adalah situs sejarah purbakala yang merupakan jejak zaman batu Mesolitikum atau zaman batu tengah .
Kjokkenmoddinger adalah istilah Denmark, Kjokken yang berarti Dapur dan moddinger yang berarti sampah . Jadi Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur , merupakan timbunan kulit siput dan kerang manusia purakala yang menggunung di sepanjang pantai timur aceh tamiang bisa di lihat diantaranya dari lintasan pantai sungai iyu atau dari sungai liput aceh tamiang.
Gundukan Kjokkenmoddinger ini di Aceh tamiang ini bisa mencapai 7 meter dengan diameter 30 m terbentuk dalam waktu yang lama mulai dari zaman Prasejarah tepatnya pada mesolitikum (zaman batu tengah). Kjokken moddinger menjadi petunjuk asal usul penduduk aceh asli yang masih menjadi perdebatan panjang para peneliti sampai sekarang.
Statusnya sebagai situs sejarah purbakala mengundang perhatian dunia internasional, tak tanggung tanggung Kjokkenmoddinger (sampah dapur) di temukan pertama kali oleh Dr.P.V Van Stein Callenfels seorang dokter dalam bidang arkeologi ternama yang banyak mengkaji zaman prasejarah di Indonesia perintis para ahli dari Belanda, dan Dr. P.V. van Stein Callenfels juga dianggap sebagai Bapak Prasejarah Indonesia, di sejejerkan dengan Prof. Dr. R.P. Soejono, Prof. Dr. Sumijati Atmosudiro arkeolog dalam negeri lainnya.
Dari hasil penelitiannya Von Stein Callenfels menemukan jenis kapak genggam (pebble) di bukit kerang pantai timur sumatera terbuat dari batu kali yang pecah, sisi luarnya di biarkan begitu saja dan sisi dalamnya dikerjakan sesuai keperluan,

Penemuannya itu memberikan informasi bahwa manusia purba zaman mesolitikum umumnya bertempat tinggal di tepi pantai dan sudah mempunyai alat sedehana dalam pola food gathering sebagai awal untuk menuju food producing. Kjokkenmoddinger Zaman prasejarah ditandai sebagai indikasi sejak keberadaan manusia purba ada di muka bumi.

Jika orang eropa begitu menghargai peninggalan leluhur, merawat kastil kastilnya, china menggali jejak prasejarah hingga ke dalam tanah kita juga harus bisa lebih dari itu, tidak hanya mencari kemilau batu batu akik hingga di tengah hutan belantara tapi juga merawat peninggalan dari jaman prasejarah maupun zaman sejrah, Karena semakin lama atau semakin tua umurnya justru nilainya semakin tinggi.
Jadi sudah sepatutnya kita menumbuhkan ketertarikan kepada Kjokkenmoddinger sebagai intangible heritage(nilai budaya dari masa lalu) menjadikannya The world heritage convention yang suistenable yang merupakan jejak jaman nenek moyang purbakala dari zaman prasejarah serta menumbuhkan antusiasme tinggi sebagai identitas bangsa.

P. Ramlee Putra Pelaut Aceh Kebanggaan Malaysia

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi negeri jiran Malaysia, tepatnya penang island sebuah pulau kecil Malaysia yang berdekatan dengan pulau sumatera. Pulau ini menjadi salah satu tujuan wisata, dan menjadi rumah sakitnya orang indonesia.., yach.. Penang memang memiliki Hospital besar dengan berbagai docter specialistnya. Saya sendiri berkunjung dalam rangka pengobatan dan ternyata Hospitalnya memang di penuhi orang Indonesia.
Namun yang ingin saya bahas bukan itu semua, melainkan seorang bintang tokoh kenamaan yang telah melahirkan berbagai macam karya, baik novel, lagu maupun film. Tak lain dan tak bukan beliau adalah Pak Ramlee.
Ada cerita menarik saat itu ketika mobil carry 90 an yang saya tumpangi melaju dari jalan TAN SRI TEH HWE LIM menuju bayan lepas Tnb pangsipuri tempat dimana saya menginap, kebetulan paman saya tinggal di sana.
Siang itu matahari menyiram pulau penang dengat hangatnya, Ac di mobil sudah dinyalakan tapi tetap saja keringat sesekali masih berjatuhan ,rasa lelah masih menggantung disekujur tubuh sehabis berkonsultasi dengan docter disalah satu hospital di sana.
Melewati butterworth Mobil carry tua yang dikemudi paman saya berhenti tepat di persimpangan jalan, Dengan mata sedikit sayu saya menyelik keluar jendela, pandangan saya tertuju pada petunjuk arah yang bertuliskan rumah pak Ramlee. Sekali lagi saya membaca tulisan yang tertera pada petunjuk arah itu. Sontak saja saya menanyakan pada paman yang kebetulan berkewarganegaraan Malaysia. Dan benar saja Rumah pak Ramlee yang saya kenal namanya dari film Upin Ipin itu tak jauh dari persimpangan jalan ini, jln P Ramlee 10460 Pulau penang Malaysia.
Kami menyempatkan singgah ke rumah beliau, begitu sampai Rasa kagum menyelimuti saya, rumah itu terlihat sederhana tapi sangat terlihat di rawat dengan sangat baik. sebuah rumah panggung yang banyak terdapat di tanah kelahiran saya Aceh. rumah itu terbuat dari papan kayu beratapkan daun nipah , beberapa jendela menghiasi di setiap dinding nya, dan bagian bawah rumah sudah di beri lantai keramik, terdapat kursi panjang di sana, sebuah sepeda ontel tua yang lucu dan sebuah sampan milik Pak Ramlee.. kondisinya masih sangat bagus dan terawat, dan yang paling saya sukai adalah tamannya di hiasi dengan berbagai macam bunga dan rerumputan yang tertata rapi.
lalu saya menaiki tangga rumah panggung , menyimak takzim bagian dalam rumah sang legendaris negeri jiran itu. rumah ini tak jauh beda dari rumah adat aceh, sebuah ranjang tua berkelambu halus terduduk manis di kamar pak ramlee, rak tua yang di jejeri cangkir dan piring kuno juga tersusun cantik di dapur ini, serta 2 buah foto hitam putih yang terpajang di ruang depan.
Dan yang paling membuat saya surprise lagi  adalah tulisan di bawah foto hitam putih itu bertuliskan nama Teuku Zakaria bin Teuku Nyak puteh, dilahirkan 22 maret 1952 pada pagi raya idul fitri. Ayahnya seorang pelaut Berasal dari Aceh Utara Teuku Nyak Puteh Bin Karim, seorang nelayan antar pulau bahkan antar negara. Nama P ramlee sendiri di awali dengan ‘Teuku’ sebuah nama yang umumnya banyak terdapat pada orang aceh asli. dan ternyata benar saja dugaan saya, Artis kenamaan melayu ini adalah seorang putra asli tanah rencong , di lahirkan dari seorang ayah yang berasal dari lhokseumawe aceh utara yaitu  Teuku nyak puteh bin karim yang seorang pelaut.
Karya karya pak ramlee sendiri tak terhitung lagi sudah, selain pelawak, producer, actor film, penyanyi, director, penulis lagu, composer yang melahirkan banyak karya seperti bujang lapok 1957, madu tiga ,hang tuah  dan masih banyak lagi yang tak cukup untuk di sebutkan. Berbagai penghargaan juga telah diraihnya diantaranya adalah  best music score & best supporting actrees Zaiton dalam film Hang Tuah  pada festival film Asia ke3 di Hongkong
Tidak jauh dari foto beliau ada sebuah biola terbungkus dalam di dinding rumah, dimana tangan tangan anak emas si induk semang ini memainkan lagu lagu  dengan piawainya, Ada rasa haru dan bangga saat memandang lekat foto dan biola beliau, seorang legenda berdarah seramoe meukah yang telah menghasilkan berbagai karya.

Rumah Sakitnya Masyarakat Indonesia Ada di Pulau Penang

Siapa Yang tidak mengenal pulau penang, sebuah pulau  di Negara  Malaysia  seluas 760km²yang terletak bersebelahan dengan pulau sumatera, Mungkin bagi sebagian masyarakat indonesia sering mengunjungi pulau itu selain karena letaknya yang bersebelahan dengan pulau sumatera, banyak keistimewaan yang dimiliki pulau ini, salah satunya adalah Rumah Sakit atau Hospital, begitu masyarakat penang  sering menyebutnya.
Saya sendiri tahu dari tante yang kebetulan pernah membawa anaknya untuk berobat ke sana, lalu saya memutuskan untuk menjalani pengobatan disana,
 
Tak butuh waktu lama , dari kualanamu airport kurang lebih 45 menit saya tiba di peneng , saya langsung dijemput oleh paman saya yang berdomisili dipenang, kami langsung menuju  salah satu rumah Sakit yang katanya murah dari pada rumah sakit lainnya, yaitu Lam Wah Ee hospital di jalan Tan Sri Teh Hwe Lim penang.
Butuh waktu sekitar 20 menit dari bandara, lokasinya rumain jauh dari bandara penang, tapi kondisi jalan yang sangat mulus serta jauh dari kemacetan membuat kami sampai lebih cepat, ketika sampai saya harus mengambil no antrian dan mendaftar terlebih dahulu. Di sela -sela menunggu  giliran, kebetulan no antrian saya masih sangat lama, saya duduk di deretan kursi yang telah di sediakan. Banyak pasien yang mengantri  seperti saya.
Dan yang paling ,membuat saya kaget adalah sayup sayup terdengar perbincangan dengan menggunakan bahasa indonesia di deretan orang yang duduk di kursi itu, maklum ketika itu adalah hari pertama kalinya saya berobat di peneng.  Kemudian tak jauh dari tempat saya duduk , di samping kanan saya beberapa orang ibu – ibu dan bapak bapak juga seorang nenek tua terdengar berbahasa aceh, dan di belakang saya duduk juga ibu  muda  berbahasa Indonesia.  Saya pun langsung berbicara dengan mereka sambil menunggu no saya tiba. Dan ternyata  kebanyakan dari orang yang duduk di dekaty saya tadi adalah orang aceh selebihnya masyarakat medan sumatera utara.
Ketika no antrian saya tiba, di sela-sela registrasi pemandangan sama masih saya dengar dan lihat. Hampir semua berbahasa indonesia, aceh  , batak dan bahasa jawa. Bahkan setelah di depan ruangan docter ada 2 orang pasien  bermata sipit, berkulit putih dan berbahasa Chinese.  Awalnya saya berfikir kalau mereka masyarakat penang, tapi tiba tiba saja dia mengajak saya berbicara dengan bahasa indonesia yang sangat lancar, kemudian barulah saya tahu kalau 2 orang laki laki yang awalnya saya duga masyarakat lokal pulau itu adalah orang indonesia  yang berdomisili di medan.
Kemudian pemandangan selanjutnya adalah sama, disetiap sudut rumah sakit itu di penuhi masyakat indonesia, di money changer, kantin, lift, semua sudut rumah sakit itu memang di penuhi orang indonesia terutama medan dan aceh baru kemudian jawa, makasar . Jadi tak salah dan pantas saja kalau banyak masyakat kita yang menyebut rumah sakitnya orang indonesia ada di penang…..
Setelah sampai di ruangan docter yang kebetulan berkewarganegaraan afrika tapi berkulit putih, Dr Solomon begitu saya memanggilnya , saya yang tidak begitu pandai berbahasa English cukup terbantu dengan perawat dan asisten docter itu yang bisa berbicara bahasa melayu, umumnya memang masyarakat penang terutama suster / nursenya bisa berbahasa asing. Saat mengambil obat di pharmacy saya di antar oleh perawatnya sampai di depan pharmacy karena saya saat itu belum tahu setiap sudut rumah sakit, terdapat money changer di hospitalnya  juga penginapan murah yang berdekatan, untuk biaya dari yang saya alami cukup mahal , tidak murah juga seperti yang kebanyakan di ceritakan, sesuai kemampuan dan fasilitas yang dimiliki  rumah sakit itu, Jadi mungkin tak salah juga jika untuk kesembuhan masyarakat kita memilih untuk berobat di sana dengan berbagai docter specialist dan fasilitas yang di sediakan. Selama tidak lupa untuk tetap berdo’a dan masih menumbuhkan benih benih harapan  untuk sembuh.. AAMIIEN…